Selasa, 09 September 2014

asset_keuangan1

ASSET KEUANGAN
PUSPA DEVI MAHARANI
120413423942

Pengertian Asset Keuangan
Asset merupakan sesuatu yang di miliki perusahaan yang memiliki nilai dan jika di jual dapat menghasilkan uang untuk menambah kas perusahaan. Asset juga dapat diartikan sebagai sumber daya yang dapat dikendalikan oleh entitas sebagai akibat peristiwa masa lalu dan memiliki manfaat ekonomis di masa mendatang dari asset tersebut. Asset pasti dimiliki oleh peruhaan karena asset merupakan sesuatu yang sangat vital di perusahaan. Asset dibagi menjadi dua hal yaitu asset berwujud dan asset tak berwujud. Asset berwujud adalah asset yang nilainnya sebanding dengan wujudnya. Misalnya bangunan, mesin, yang harganya sesuai dengan ongkos pembuatannya serta memiliki wujud yang dapat dilihat, sehingga tanah juga masuk kedalam asset yang berwujud karena memiliki wujud yang dapat dilihat.
Asset keuangan adalah asset yang tidak berwujud. Asset tidak berwujud adalah asset yang nilainya tidak sebanding dengan wujud fisiknya atau asset yang berupa dokumen mewakili klaim hukum dan pemilikan. Misalnya surat berharga saham yang wujud fisiknya hanya secarik kertas yang ongkos pembuatannya relatif murah dan tidak sama dengan nilai atau harga jika kita jual, tetapi nilai dari asset tidak berwujud tergantung dari nilai arus kas/uang yang akan kita terima dimasa yang akan datang, semakin besar nilai arus kas maka akan semakin tinggi pula nilai dari asset keuangan yang akan kita terima. Pihak yang setuju untuk melakukan pembayaran kas/klaim atas asset keuangan disebut dengan emiten/issuer sedangkan pihak yang memiliki asset keuangan disebut investor.
Asset keuangan adalah asset yang berupa:
1.      Kas
2.      Instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas lain
3.      Hak kontraktual:
a.       untuk menerima kas atau asset keuangan lain dari etitas lain
b.      untuk mempertukarkan asset keuangan atau liabilitas keuangan dengan entitas lain dengan kondisi yang berpotensi menguntungkan entitas tersebut.
4.      Kontrak yang akan atau mungkin diselesaikan dengan menggunakan instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh entitas dan merupakan:
a.       Instrument non-derivatif
Yang dimaksud dengan instrumen non-derivatif yaitu di mana entitas harus/diwajibkan untuk menerima suatu jumlah yang bervariasi dari instrument ekuitas yang diterbitkan entitas.
b.      Instrument derivatif yang akan atau mungkin diselesaikan selain dengan mempertukarkan sejumlah tertentu kas atau asset keuangan lain dengan sejumlah tertentu instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas.
Karakteristik asset finansial:
1.      Karene asset finansial berwujud selembar kertas atau informasi yang disimpan di dalam computer saja maka:
a.       Sebagai komoditi asset finansial tidak mempunyai nilai fisik
b.      Tidak menyediakan jasa bagi pemiliknya melainkan akan menjanjikan adanya penghasilan atau pemasukan serta cadangan keuangan sebagai simpanan nilai atau daya beli
c.       Biaya yang dikeluarkan untuk melakukan perawatan atas penyimpanan sangat rendah.
2.      Kondisi atau bentuk fisik tidak memiliki hubungan dengan penentuan harga asset finansialnya.
3.      Asset finansial dapat dengan mudah dipertukarkan dengan asset lain.
Adapun contoh lain dari asset keuangan yaitu:
1.      Pinjaman/kredit, pada pinjaman atau kredit terdapat syarat-syarat yang harus di penuhi oleh peminjam yaitu peminjam harus membayar sejumlah nominal yang telah ditetapkan kepada bank komersial selama jangka waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan. Pembayaran tersebut meliputi pembayaran kembali pokok untang dan ditambah dengan bunga. Terkadang kredit/pinjaman ini harus dilakukan oleh perusahaan demi menambah modal sehingga dapat memperluas usaha atau mempertahankan usaha pada kondisi terburuk.
2.      Obligasi berupa surat utang Negara, dalam kasus obligasi di Negara kita pemerntah membuat kesepakatan bahwa pemerintah akan membayar bunga obligasi terlebih dahulu kepada pemegang obligasi atau investor setiap jangka waktu 6 bulan sekali, sampai dengan obligasi jatuh tempu, dan kemudian pada saat jatuh tempo pemerintah baru akan membayar pokok obligasi.
3.      Saham preferen,
4.      Saham biasa memberikan hak kepada investor untuk menerima deviden yang dibagikan oleh perusahaan. investor memiliki hak atas bagian dari nilai bersih asset perusahaan jika dilikuidasi.
Literature:
Darmawi Herman. 2006. Pasar Finansial dan Lembaga-Lembaga Finansial. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar