SISTEM
KEUANGAN (SISTEM FINANSIAL)
Puspa
Devi Maharani
120413423942
A.
Pengertian
Sistem Finansial
Sistem
merupakan suatu kesatuan atau perangkat yang di dalamnya terdiri dari beberapa
komponen yang memiliki fungsi dan peran yang berbeda tetapi saling keterkaitan
satu dengan yang lainnya demi tercapainya suatu tujuan atau misi tertentu.
Sedangkan keuangan berkaitan dengan perekonomian suatu Negara tertentu.
Keuangan adalah bagaimana individu bisnis, dan organisasi dalam meningkatkan,
mengalokasikan serta menggunakan sumber daya moneter sejalan dengan waktu.
Sehingga
pengertian sistem keuangan yaitu suatu komponen perekonomian yang saling
terkait dengan komponen sistem perekonomian lain yang berkaitan dengan cara
meningkatkan, mengalokasikan serta menggunakan sumberdaya alam yang tersedia di
suatu Negara. Arti lain dari sistem keuangan yaitu suatu subsistem dari sistem
perekonomian suatu Negara. Komponen sistem
perekonomian suatu Negara meliputi sistem finansial (sistem keuangan), sistem
kesehatan nasional, sistem pendidikan nasional, sistem manajemen, sistem
produksi, dan sistem moneter. Komponen-komponen sistem tersebut memiliki fungsi
dan peran yang berbeda tetapi tujuan yang ingin di capai sama yaitu kemajuan
perekonomian suatu Negara.
B.
Karakteristik
Dasar Sistem
Sistem
mempunyai lima atribut penting, yaitu sebagai berikut:
1. Objektif
Objektif
yaitu suatu pemikiran akan tujuan atau misi tertentu melihat keadaan yang
sesuai dengan komponen atau bidang tertentu di perusahaan. Sistem akan
mempunyai beberapa objek dalam mencapai tujuan perusahaan. Objek-objek yang
beraneka di seuaikan dengan keadaan sebenarnya komponen-komponen di perusahaan.
2. Lingkungan
sistem
Di
dalam sebuah lingkungan sistem mengandung semua faktor-faktor penting yang
dapat mempengaruhi kinerja sistem, tetapi lingkungan sistem tidak dapat
dikendalikan oleh manajemen sistem. Hal ini dikarenakan sebuah sistem tidak
dapat di lihat batas-batas sistem secara fisik sehingga sulit dianalisis
lingkungan fisiknya.
Lingkungan
sistem dapat dianalisi dengan menggunakan dua pendekatan yaitu: (1) Menganalisis
kebutuhan sebuah komponen terhadap sistem, (2) Menganalisis hambatan/masalah
yang ditimbulkan dari lingkungan.
3. Sumber
daya
Sumber
daya sistem merupakan suatu peralatan yang dapat dikendalikan. Sumber daya
system dapat dikendalikan penggunaannya sesuai dengan kebutuhan akan sumber
daya tersebut bagi komponen tertentu. Adakalanya sumber daya system hanya
membutuhkan tenaga manusia dalam mencapai tujuan, tetapi pada saat tertentu
sumber daya yang dibutuhkan yaitu sumber daya berupa bahan baku. Sumber daya sistem
mencakup seluruh komponen baik finansial, manusia, maupun moneter.
4. Komponen
dan keluaran
Komponen
system dapat di identifikasi dari peta konsep organisasinya. Peta konsep
organisasi merupakan luaran dari sebuah perusahaan yang dapat di akses oleh
umum. Komponen-komponen suatu system merupakan bagian suatu organisasi yang
sedang melakukan kegiatan dalam mencapai tujuan atau misi.
5. Manajemen
sistem
Manajemen
adalah suatu cara untuk mencapai tujuan baik melalui orang lain maupun diri
sendiri. Manajemen sistem merupakan otak
sistem yang berkewajiban menetapkan nilai, menentukan objektifitas, merencanakan,
dan mengontrol kegiatan-kegiatan yang berlangsung. Manajemen sistem harus
sesuai dengan komponen-komponen sistem yang akan di jadikan tujuan atau goal.
C. Tugas Manajemen Keuangan
Tugas dari manajemen keuangan meliputi 4 hal, yaitu:
Ø Memperoleh
keuntungan bagi perusahaan
Sebuah
perusahaan didirikan dengan tujuan supaya memperoleh keuntungan yang maksimal.
Tugas manajemen keuangan yaitu mewujudkan harapan perusahaan supaya mendapatkan
keuntungan yang maksimal.
Ø Mampu
menjamin bisnis berkelanjutan/sistanbility
Manajemen
keuangan tidak hanya bertugas untuk meningkatkan keuantungan sebuah perusahaan
saja, tetapi manajemen keuangan juga harus dapat menjamin bahwa bisnis tersebut
akan mampu bertahan lama/ berkelanjutan. Terkadang tugas manajemen keuangan
sering kali bertolak belakang (paradoks) antara memperoleh keuntungan dengan
sistanbility. Sehingga manajemen
keuangan harus dapat memilih antara meningkatkan keuntungan atau mempertahankan
keberlangsungan bisnis.
Ø Nilai
perusahaan
Meningkatkan
nilai sebuah perusahaan merupakan tugas manajemen perusahaan. Cara meningkatkan
nilai sebuah perusahaan dapat dibagi menjadi dua. Bagi perusahaan yang
berstatus terbuka maka dapat dilakukan dengan cara meningkatkan harga saham
perusahaan, hal ini dapat dilihat pada harga pasar di bursa efek. Sedangkan
bagi perusahaan yang berstatus tertutup maka cara yang di lakukan yaitu melihat
nilai likuidasi perusahaan, nilai likuidasi perusahaan dapat dilihat pada saat
perusahaan akan di bubarkan maka pihak lain akan menawar dengan harga yang
sesuai dengan perusahaan tersebut. Maka fungsi dari manajemen keuangan yaitu
meningkatkan harga saham perusahaan di bursa efek dan meningkatkan nilai
likuidasi perusahaan.
Ø Meningkatkan
kemakmuran atau kekayaan pemegang saham.
Dari
tugas-tugas manajemen sebelumnya akan bermuara pada meningkatkan kemakmuran
atau kekayaan pemegang saham.
D.
Fungsi
Pasar Keuangan Dilihat dari Laporan Keuangan
Ø Neraca
Fungsi
pasar keuangan pada neraca dapat dilihat pada sisi aktiva (sisi investasi) dan
pasiva (sisi pembiayaan).
Pada
sisi aktiva terdapat dua kategori aktiva lancar dan aktiva tetap. Aktiva lancer
yang di gunakan untuk pembiayaan sehari-hari dan dapat langsung di cairkan (di
jual dan langsung mendapatkan tambahan dana). Selain di gunakan untuk membiayai
dana oprasional aktiva lancer juga dapat di gunakan untuk berinvestasi.
Sedangkan aktiva tetap merupakan asset yang dimiliki oleh sebuah perusahaan
yang jiga membutuhkan dana segar tidak dapat di cairkan atau membutuhkan waktu. Aktiva tetap dapat berupa bangunan/gedung,
tanah, mobil. Pada aktiva posisi pasar keuangan terletak di aktiva lancar.
Pada
sisi pasiva terdapat akun-akun yaitu hutang lancar, hutang jangka panjang, dan
modal sendiri. Keputusan melakukan hutang lanjar dan hutang jangka panjang
dapat di lakukan dengan mempertimbangkan dua faktor yaitu COC dan Resiko (dapat
dilihat dari siklus bisnis yang kita jalani). Pada pasiva posisi pasar keuangan
terletak di hutang lancar, hutang jangka panjang (penerbitan surat berharga),
dan modal sendiri (emisi).
Ø Laporan
perubahan ekuitas/modal
Pada
laporan keuangan modal kerja dapat dilihat pada neraca. Pada neraca terdapat
aktiva lancar serta hutang lancar. Modal kerja dipengaruhi oleh aktiva lancar
dan hutang lancar. Modal kerja merupakan hasil dari aktiva lancar di kurangi
dengan hutang lancar. Aktiva lancar di gunakan untuk pembiayaan aktiva tetap.
Pada posisi ini pasar keuangan terletak pada modal kerja.
Ø Laporan
laba/rugi
Laba
bagi akuntansi yaitu saat nominal laba bersih (EAT) positif. Hal ini jauh
berbeda dengan laba yang diharapkan oleh manajemen. Laba manajemen tidak hanya
melihat hasil EAT positif tetapi juga pada saat Oportunity Cost (OC) paling
rendah. OC yaitu hilangnya kesempatan atau kenikmatan yang dapat kita peroleh
saat kita telah memilih atribut yang satu dan tidak yang lain.
Laba
manajemen = EAT – OC
E.
Fungsi
Sistem Keuangan
Sistem
keuangan dalam perekonomian modern memiliki sekurang-kurangnya tujuh fungsi
pokok sebagai berikut:
1. Fungsi
tabungan
System
keuangan menyediakan suatu mekanisme dan instrument tabungan. Misalnya:
obligasi, saham, dan instrumen utang lain yang diperjual-belikan di pasar
keuangan.
2. Fungsi
kekayaan
Instrumen
keuangan yang diperjual belikan dalam pasar keuangan menyediakan cara terbaik
untuk menyimpan kekayaan, yaitu menanam asset yang dimiliki sampai dana
tersebut dibutuhkan untuk dibelanjakan.
3. Fungsi
likuiditas
Kekayaan yang disimpan dalam bentuk
instrumen keuangan, dapat dikonversi menjadi kas atau uang tunai dipasar
keuangan dengan resiko kecil. Dengan demikian, pasar keuangan menyediakan
likuiditas bagi penabung pemilik instrumen keuangan yang sedang membutuhkan
uang tunai.
4. Fungsi
kredit
Pasar keuangan menyediakan kredit
untuk membiayai kebutuhan konsumsi dan investasi. Kredit merupakan pinjaman
yang disertai janji untuk membayar kembali dimasa yang akan datang.
5. Fungsi
pembayaran
System
keuangan juga menyediakan mekanisme pembayaran atas transaksi barang dan jasa.
Instrument yang dapat digunakan sebagai alat untuk melakukan pembayaran antara
lain: cek, giro, kartu kredit, dan kartu debit.
6. Fungsi
resiko
System
keuangan saat ini secara luas menawarkan proteksi terhadap jiwa, kesehatan,
harta, dan resiko kerugian, kepada semua unit usaha dan konsumen termasuk
pemerintah.
7. Fungsi
kebijakan
Pasar
keuangan akhir-akhir ini telah menjadi suatu alat utama bagi otoritas untuk
melakukan kebijakan guna menstabilkan ekonomi dan mempengaruhi inflasi.
F.
Sistem
Keuangan di Indonesia
Otoritas
keuangan memiliki peran dalam pengaturan dan pengawasan di bidang keuangan dan
perbankan terdiri dari:
Ø Bank
Indonesia
BI
adalah Bank Sentral Republik Indonesia yang merupakan lembaga Negara yang
independen, bebas dari campur tangan pemerintah dan pihak-pihak lain sesuai UU
NO. 3 Tahun 2004.
Ø Departemen
Keuangan
Departemen
keuangan adalah lembaga pemerintah yang melakukan pengaturan dan pengawasan di
bidang Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB). LKBB adalah badan usaha yang
melakukan kegiatan di bidang keuangan, yang menghimpun dana dengan mengelarkan
kertas berharga dan menyalurkannya untuk membiayai investasi perusahaan.
Ø Lembaga
Penjamin Simpanan (LPS)
LPS
adalah lembaga keuangan independen yang bertugas memberi jaminan kenyamanan kepada
nasabah atas simpanan di bank.
G. Peran
Lembaga-Lembaga Keuangan dalam Ekonomi
Pada
dasarnya yang diperdagangkan dalam sistem keuangan ialah surat-surat pernyataan
utang, sebab unit deficit memberikan sebuah surat pengakuan utang kepada unit
surplus setelah dana diterima. Begitu pula sebaliknya. Ada dua cara yang dapat
dilakukan oleh unit surplus ke unit deficit untuk mentrasfer dananya, yaitu:
yang dikenal dengan pembiayaan langsung dan pembiayaan tidak langsung.
Pembiayaan
langsung terjadi pada saat para peminjam dan para pemberi pinjaman berhadapan
langsung dalam pasar keuangan tanpa perantara. Pembiayaan tidak langsung
melibatkan lembaga perantara keuangan yang menerbitkan surat-surat berharga.
Arus dana yang dilalui jika pembiayaan langsung yaitu: dana yang di miliki unit
surplus akan langsung diserahkan ke pasar keuangan, kemudian dana tersebut
masuk ke unit deficit.
Jika
pembiayaan tidak langsung yaitu harus melibatkan lembaga-lembaga keuangan. Arus
pambiayaan tidak langsung meliputi dari dana yang dimiliki oleh unit surplus di
lewatkan ke lembaga keuangan terlabih dahulu baru kemudian di terasfer ke unit
deficit.
Referensi
:
Darmawi
herman. 2006. Pasar Finansial dan Lembaga-Lembaga Finansial. Jakarta: PT Bumi
Aksara
Siamat
dahlan. 2005. Manajemen Lembaga Keuangan. Jakarta: Lembaga Penerbit FE UI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar