Selasa, 16 September 2014



ASSET KEUANGAN 2
PUSPA DEVI MAHARANI
120413423942

Pengertian Asset Keuangan
Asset merupakan sesuatu yang di miliki perusahaan yang memiliki nilai dan jika di jual dapat menghasilkan uang untuk menambah kas perusahaan. Asset juga dapat diartikan sebagai sumber daya yang dapat dikendalikan oleh entitas sebagai akibat peristiwa masa lalu dan memiliki manfaat ekonomis di masa mendatang dari asset tersebut. Asset pasti dimiliki oleh peruhaan karena asset merupakan sesuatu yang sangat vital di perusahaan. Asset dibagi menjadi dua hal yaitu asset berwujud dan asset tak berwujud. Asset berwujud adalah asset yang nilainnya sebanding dengan wujudnya. Misalnya bangunan, mesin, yang harganya sesuai dengan ongkos pembuatannya serta memiliki wujud yang dapat dilihat, sehingga tanah juga masuk kedalam asset yang berwujud karena memiliki wujud yang dapat dilihat.
Asset keuangan adalah asset yang tidak berwujud. Asset tidak berwujud adalah asset yang nilainya tidak sebanding dengan wujud fisiknya atau asset yang berupa dokumen mewakili klaim hukum dan pemilikan. Misalnya surat berharga saham yang wujud fisiknya hanya secarik kertas yang ongkos pembuatannya relatif murah dan tidak sama dengan nilai atau harga jika kita jual, tetapi nilai dari asset tidak berwujud tergantung dari nilai arus kas/uang yang akan kita terima dimasa yang akan datang, semakin besar nilai arus kas maka akan semakin tinggi pula nilai dari asset keuangan yang akan kita terima. Pihak yang setuju untuk melakukan pembayaran kas/klaim atas asset keuangan disebut dengan emiten/issuer sedangkan pihak yang memiliki asset keuangan disebut investor.
Asset keuangan adalah asset yang berupa:
1.      Kas
2.      Instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas lain
3.      Hak kontraktual:
a.       untuk menerima kas atau asset keuangan lain dari etitas lain
b.      untuk mempertukarkan asset keuangan atau liabilitas keuangan dengan entitas lain dengan kondisi yang berpotensi menguntungkan entitas tersebut.
4.      Kontrak yang akan atau mungkin diselesaikan dengan menggunakan instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh entitas dan merupakan:
a.       Instrument non-derivatif
Yang dimaksud dengan instrumen non-derivatif yaitu di mana entitas harus/diwajibkan untuk menerima suatu jumlah yang bervariasi dari instrument ekuitas yang diterbitkan entitas.
b.      Instrument derivatif yang akan atau mungkin diselesaikan selain dengan mempertukarkan sejumlah tertentu kas atau asset keuangan lain dengan sejumlah tertentu instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas.
Karakteristik asset finansial:
1.      Karene asset finansial berwujud selembar kertas atau informasi yang disimpan di dalam computer saja maka:
a.       Sebagai komoditi asset finansial tidak mempunyai nilai fisik
b.      Tidak menyediakan jasa bagi pemiliknya melainkan akan menjanjikan adanya penghasilan atau pemasukan serta cadangan keuangan sebagai simpanan nilai atau daya beli
c.       Biaya yang dikeluarkan untuk melakukan perawatan atas penyimpanan sangat rendah.
2.      Kondisi atau bentuk fisik tidak memiliki hubungan dengan penentuan harga asset finansialnya.
3.      Asset finansial dapat dengan mudah dipertukarkan dengan asset lain.
Adapun contoh lain dari asset keuangan yaitu:
1.      Pinjaman/kredit, pada pinjaman atau kredit terdapat syarat-syarat yang harus di penuhi oleh peminjam yaitu peminjam harus membayar sejumlah nominal yang telah ditetapkan kepada bank komersial selama jangka waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan. Pembayaran tersebut meliputi pembayaran kembali pokok untang dan ditambah dengan bunga. Terkadang kredit/pinjaman ini harus dilakukan oleh perusahaan demi menambah modal sehingga dapat memperluas usaha atau mempertahankan usaha pada kondisi terburuk.
2.      Obligasi berupa surat utang Negara, dalam kasus obligasi di Negara kita pemerntah membuat kesepakatan bahwa pemerintah akan membayar bunga obligasi terlebih dahulu kepada pemegang obligasi atau investor setiap jangka waktu 6 bulan sekali, sampai dengan obligasi jatuh tempu, dan kemudian pada saat jatuh tempo pemerintah baru akan membayar pokok obligasi.
3.      Saham preferen,
4.      Saham biasa memberikan hak kepada investor untuk menerima deviden yang dibagikan oleh perusahaan. investor memiliki hak atas bagian dari nilai bersih asset perusahaan jika dilikuidasi. 
Perbedaan Aset Keuangan dengan Aset Berwujud
Aset Keuangan dan asset berwujud secara fisik memang berbeda, pada asset berwujud, bentuk fisiknya dapat langsung dinilai dengan uang sedangkan asset keuangan wujud fisiknya tidak dapat mencerminkan nilai dari asset keuangan tersebut. Namun demikian ada satu hal yang sama-sama dimiliki oleh kedua jenis asset tersebut yaitu arus kas yang akan diperoleh dimasa yang akan datang.
Untuk asset berwujud misalnya kepemilikan atas kapal pesiar maka arus kas yang akan kita peroleh dimasa yang akan datang adalah pendapatan yang akan kita peroleh dari penumpang. Pendapatan ini kemudian nantinya akan digunakan untuk pembayaran biaya operasional dan utang, jika ada kelebihannya (laba) maka akan dibagikan kepada para pemegang saham. Sehingga pada akhirnya arus kas yang akan diperoleh dari asset keuangan dihasilkan dari asset berwujud.
Klasifikasi Uang
Adaapun Klasifikasi Uang yang dapat di lihat dari berbagai sisi adalah sebagai berikut:
Berdasarkan Bahan
Di lihat dari bahannya untuk membuat uang maka di klasifikasikan menjadi 2 macam yaitu:
a. Uang logam,merupakan uang dalam bentuk koin yang terbuat dari logam
b. Uang kertas,merupakan uang yang bahannya terbuat dari kertas
Berdasarkan Nilainya
Klasifikasi nilai dilihat dari nilai yang terkandung pada uang tersebut,terbagi dalam 2 jenis:
a. Bernilai penuh,merupakan ung yang nilai intrinstiknya sama dengan nilai nominalnya
b. Tidak bernilai penuh,merupakan uang yang nilai intrinstiknya lebih kecil dari nilai nominalnya. 
Berdasarkan Lembaga
Maksudnya adalah badan atau lembaga yang menerbitkan atau mengeluarkan uang.klasifikasi uang berdasarkan lembaga terdiri dari:
a. Uang Kartal, merupakan uang yang diterbitkan oleh bank sentral baik uang logam maupun uang kertas.
b. Uang giral, merupakan uang yang diterbitkan oleh bank umum seperti cek,bilyet giro,traveler cheque dan credit card. 
Brerdasarkan Kawasan
Uang jenis ini dilihat dari daerah atau wilayah berlakunya suatu uang.klasifikasi yang berdasarkan kawasan adalah:
a. Uang lokal,merupakan uang yang berlaku di suatu negara tertentu
b. Uang regional,merupakanuang yang berlaku di kawasan tertentu yang lebih luas  dari uang lokal
c. Uang internasional,merupakan uang yang berlaku antar negara 
Fungsi Uang
Pada awalnya fungsi uang hanyalah sebagai alat guna untuk mempelancar pertukaran, dengan perkembangannya fungsi uang beralih dari alat tukar ke fungsi yang lebih luas. Berikut fungsi-fungsi uang  secara umum.
1.Sebagai alat tukar menukar, Uang digunakan sebagai alat untuk membeli atau menjual suatu barang maupun jasa
2.Sebagai alat satuan hitung, Fungsi uang sebagai alat satuan hitung menunjukan nilai dari barang dan jasa yang dijual atau dibeli
3.Penimbun kekayaan, Dengan menyimpan uang berarti kita menyimpan atau menimbun kekayaan sejumlah uang yang disimpan karena nilai uang tersebut tidak akan berubah.
4.Setandart pencicilan hutang, Dengan adanya uang mempermudah menentukan standar pencicilan hutang piutang secara tepat dan cepat,baik tunai maupun angsuran. 
Sistem Keuangan
Sistem keuangan secara prinsip diartikan sebagai kumpulan pasar, institusi, peraturan dan teknik dimana surat berharga diperdagangkan, tingkat suku bunga ditentukan, jasa keuaangan dihasilkan dan ditawarkan keseluruh dunia.
Sistem keuangan dalam perekonomian memiliki fungsi pokok sbb:
-          Fungsi Tabungan
-          Fungsi Penyimpan kekayaan
-          Fungsi Likuiditas
-          Fungsi Kredit
-          Fungsi Pembayaran
-          Fungsi Risiko
-          Fungsi Kebijakan

Literature:
Darmawi Herman. 2006. Pasar Finansial dan Lembaga-Lembaga Finansial. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Dahlan siamat. 2005. Manajemen Lembaga Keuangan kebijakan moneter dan perbankan edisi 5. Jakarta: lembaga penerbit FE UI

Selasa, 09 September 2014

asset_keuangan1

ASSET KEUANGAN
PUSPA DEVI MAHARANI
120413423942

Pengertian Asset Keuangan
Asset merupakan sesuatu yang di miliki perusahaan yang memiliki nilai dan jika di jual dapat menghasilkan uang untuk menambah kas perusahaan. Asset juga dapat diartikan sebagai sumber daya yang dapat dikendalikan oleh entitas sebagai akibat peristiwa masa lalu dan memiliki manfaat ekonomis di masa mendatang dari asset tersebut. Asset pasti dimiliki oleh peruhaan karena asset merupakan sesuatu yang sangat vital di perusahaan. Asset dibagi menjadi dua hal yaitu asset berwujud dan asset tak berwujud. Asset berwujud adalah asset yang nilainnya sebanding dengan wujudnya. Misalnya bangunan, mesin, yang harganya sesuai dengan ongkos pembuatannya serta memiliki wujud yang dapat dilihat, sehingga tanah juga masuk kedalam asset yang berwujud karena memiliki wujud yang dapat dilihat.
Asset keuangan adalah asset yang tidak berwujud. Asset tidak berwujud adalah asset yang nilainya tidak sebanding dengan wujud fisiknya atau asset yang berupa dokumen mewakili klaim hukum dan pemilikan. Misalnya surat berharga saham yang wujud fisiknya hanya secarik kertas yang ongkos pembuatannya relatif murah dan tidak sama dengan nilai atau harga jika kita jual, tetapi nilai dari asset tidak berwujud tergantung dari nilai arus kas/uang yang akan kita terima dimasa yang akan datang, semakin besar nilai arus kas maka akan semakin tinggi pula nilai dari asset keuangan yang akan kita terima. Pihak yang setuju untuk melakukan pembayaran kas/klaim atas asset keuangan disebut dengan emiten/issuer sedangkan pihak yang memiliki asset keuangan disebut investor.
Asset keuangan adalah asset yang berupa:
1.      Kas
2.      Instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas lain
3.      Hak kontraktual:
a.       untuk menerima kas atau asset keuangan lain dari etitas lain
b.      untuk mempertukarkan asset keuangan atau liabilitas keuangan dengan entitas lain dengan kondisi yang berpotensi menguntungkan entitas tersebut.
4.      Kontrak yang akan atau mungkin diselesaikan dengan menggunakan instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh entitas dan merupakan:
a.       Instrument non-derivatif
Yang dimaksud dengan instrumen non-derivatif yaitu di mana entitas harus/diwajibkan untuk menerima suatu jumlah yang bervariasi dari instrument ekuitas yang diterbitkan entitas.
b.      Instrument derivatif yang akan atau mungkin diselesaikan selain dengan mempertukarkan sejumlah tertentu kas atau asset keuangan lain dengan sejumlah tertentu instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas.
Karakteristik asset finansial:
1.      Karene asset finansial berwujud selembar kertas atau informasi yang disimpan di dalam computer saja maka:
a.       Sebagai komoditi asset finansial tidak mempunyai nilai fisik
b.      Tidak menyediakan jasa bagi pemiliknya melainkan akan menjanjikan adanya penghasilan atau pemasukan serta cadangan keuangan sebagai simpanan nilai atau daya beli
c.       Biaya yang dikeluarkan untuk melakukan perawatan atas penyimpanan sangat rendah.
2.      Kondisi atau bentuk fisik tidak memiliki hubungan dengan penentuan harga asset finansialnya.
3.      Asset finansial dapat dengan mudah dipertukarkan dengan asset lain.
Adapun contoh lain dari asset keuangan yaitu:
1.      Pinjaman/kredit, pada pinjaman atau kredit terdapat syarat-syarat yang harus di penuhi oleh peminjam yaitu peminjam harus membayar sejumlah nominal yang telah ditetapkan kepada bank komersial selama jangka waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan. Pembayaran tersebut meliputi pembayaran kembali pokok untang dan ditambah dengan bunga. Terkadang kredit/pinjaman ini harus dilakukan oleh perusahaan demi menambah modal sehingga dapat memperluas usaha atau mempertahankan usaha pada kondisi terburuk.
2.      Obligasi berupa surat utang Negara, dalam kasus obligasi di Negara kita pemerntah membuat kesepakatan bahwa pemerintah akan membayar bunga obligasi terlebih dahulu kepada pemegang obligasi atau investor setiap jangka waktu 6 bulan sekali, sampai dengan obligasi jatuh tempu, dan kemudian pada saat jatuh tempo pemerintah baru akan membayar pokok obligasi.
3.      Saham preferen,
4.      Saham biasa memberikan hak kepada investor untuk menerima deviden yang dibagikan oleh perusahaan. investor memiliki hak atas bagian dari nilai bersih asset perusahaan jika dilikuidasi.
Literature:
Darmawi Herman. 2006. Pasar Finansial dan Lembaga-Lembaga Finansial. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Minggu, 31 Agustus 2014



SISTEM KEUANGAN (SISTEM FINANSIAL)
Puspa Devi Maharani
120413423942
A.    Pengertian Sistem Finansial
Sistem merupakan suatu kesatuan atau perangkat yang di dalamnya terdiri dari beberapa komponen yang memiliki fungsi dan peran yang berbeda tetapi saling keterkaitan satu dengan yang lainnya demi tercapainya suatu tujuan atau misi tertentu. Sedangkan keuangan berkaitan dengan perekonomian suatu Negara tertentu. Keuangan adalah bagaimana individu bisnis, dan organisasi dalam meningkatkan, mengalokasikan serta menggunakan sumber daya moneter sejalan dengan waktu.
Sehingga pengertian sistem keuangan yaitu suatu komponen perekonomian yang saling terkait dengan komponen sistem perekonomian lain yang berkaitan dengan cara meningkatkan, mengalokasikan serta menggunakan sumberdaya alam yang tersedia di suatu Negara. Arti lain dari sistem keuangan yaitu suatu subsistem dari sistem perekonomian suatu Negara.  Komponen sistem perekonomian suatu Negara meliputi sistem finansial (sistem keuangan), sistem kesehatan nasional, sistem pendidikan nasional, sistem manajemen, sistem produksi, dan sistem moneter. Komponen-komponen sistem tersebut memiliki fungsi dan peran yang berbeda tetapi tujuan yang ingin di capai sama yaitu kemajuan perekonomian suatu Negara.
B.     Karakteristik Dasar Sistem
Sistem mempunyai lima atribut penting, yaitu sebagai berikut:
1.      Objektif
Objektif yaitu suatu pemikiran akan tujuan atau misi tertentu melihat keadaan yang sesuai dengan komponen atau bidang tertentu di perusahaan. Sistem akan mempunyai beberapa objek dalam mencapai tujuan perusahaan. Objek-objek yang beraneka di seuaikan dengan keadaan sebenarnya komponen-komponen di perusahaan.
2.      Lingkungan sistem
Di dalam sebuah lingkungan sistem mengandung semua faktor-faktor penting yang dapat mempengaruhi kinerja sistem, tetapi lingkungan sistem tidak dapat dikendalikan oleh manajemen sistem. Hal ini dikarenakan sebuah sistem tidak dapat di lihat batas-batas sistem secara fisik sehingga sulit dianalisis lingkungan fisiknya.
Lingkungan sistem dapat dianalisi dengan menggunakan dua pendekatan yaitu: (1) Menganalisis kebutuhan sebuah komponen terhadap sistem, (2) Menganalisis hambatan/masalah yang ditimbulkan dari lingkungan.
3.      Sumber daya
Sumber daya sistem merupakan suatu peralatan yang dapat dikendalikan. Sumber daya system dapat dikendalikan penggunaannya sesuai dengan kebutuhan akan sumber daya tersebut bagi komponen tertentu. Adakalanya sumber daya system hanya membutuhkan tenaga manusia dalam mencapai tujuan, tetapi pada saat tertentu sumber daya yang dibutuhkan yaitu sumber daya berupa bahan baku. Sumber daya sistem mencakup seluruh komponen baik finansial, manusia, maupun moneter.
4.      Komponen dan keluaran
Komponen system dapat di identifikasi dari peta konsep organisasinya. Peta konsep organisasi merupakan luaran dari sebuah perusahaan yang dapat di akses oleh umum. Komponen-komponen suatu system merupakan bagian suatu organisasi yang sedang melakukan kegiatan dalam mencapai tujuan atau misi.
5.      Manajemen sistem
Manajemen adalah suatu cara untuk mencapai tujuan baik melalui orang lain maupun diri sendiri. Manajemen sistem  merupakan otak sistem yang berkewajiban menetapkan nilai, menentukan objektifitas, merencanakan, dan mengontrol kegiatan-kegiatan yang berlangsung. Manajemen sistem harus sesuai dengan komponen-komponen sistem yang akan di jadikan tujuan atau goal.
C.    Tugas Manajemen Keuangan
Tugas dari manajemen keuangan meliputi 4 hal, yaitu:
Ø  Memperoleh keuntungan bagi perusahaan
Sebuah perusahaan didirikan dengan tujuan supaya memperoleh keuntungan yang maksimal. Tugas manajemen keuangan yaitu mewujudkan harapan perusahaan supaya mendapatkan keuntungan yang maksimal.
Ø  Mampu menjamin bisnis berkelanjutan/sistanbility
Manajemen keuangan tidak hanya bertugas untuk meningkatkan keuantungan sebuah perusahaan saja, tetapi manajemen keuangan juga harus dapat menjamin bahwa bisnis tersebut akan mampu bertahan lama/ berkelanjutan. Terkadang tugas manajemen keuangan sering kali bertolak belakang (paradoks) antara memperoleh keuntungan dengan sistanbility.  Sehingga manajemen keuangan harus dapat memilih antara meningkatkan keuntungan atau mempertahankan keberlangsungan bisnis.
Ø  Nilai perusahaan
Meningkatkan nilai sebuah perusahaan merupakan tugas manajemen perusahaan. Cara meningkatkan nilai sebuah perusahaan dapat dibagi menjadi dua. Bagi perusahaan yang berstatus terbuka maka dapat dilakukan dengan cara meningkatkan harga saham perusahaan, hal ini dapat dilihat pada harga pasar di bursa efek. Sedangkan bagi perusahaan yang berstatus tertutup maka cara yang di lakukan yaitu melihat nilai likuidasi perusahaan, nilai likuidasi perusahaan dapat dilihat pada saat perusahaan akan di bubarkan maka pihak lain akan menawar dengan harga yang sesuai dengan perusahaan tersebut. Maka fungsi dari manajemen keuangan yaitu meningkatkan harga saham perusahaan di bursa efek dan meningkatkan nilai likuidasi perusahaan.
Ø  Meningkatkan kemakmuran atau kekayaan pemegang saham.
Dari tugas-tugas manajemen sebelumnya akan bermuara pada meningkatkan kemakmuran atau kekayaan pemegang saham.
D.    Fungsi Pasar Keuangan Dilihat dari Laporan Keuangan
Ø  Neraca
Fungsi pasar keuangan pada neraca dapat dilihat pada sisi aktiva (sisi investasi) dan pasiva (sisi pembiayaan).
Pada sisi aktiva terdapat dua kategori aktiva lancar dan aktiva tetap. Aktiva lancer yang di gunakan untuk pembiayaan sehari-hari dan dapat langsung di cairkan (di jual dan langsung mendapatkan tambahan dana). Selain di gunakan untuk membiayai dana oprasional aktiva lancer juga dapat di gunakan untuk berinvestasi. Sedangkan aktiva tetap merupakan asset yang dimiliki oleh sebuah perusahaan yang jiga membutuhkan dana segar tidak dapat di cairkan atau membutuhkan waktu.  Aktiva tetap dapat berupa bangunan/gedung, tanah, mobil. Pada aktiva posisi pasar keuangan terletak di aktiva lancar.
Pada sisi pasiva terdapat akun-akun yaitu hutang lancar, hutang jangka panjang, dan modal sendiri. Keputusan melakukan hutang lanjar dan hutang jangka panjang dapat di lakukan dengan mempertimbangkan dua faktor yaitu COC dan Resiko (dapat dilihat dari siklus bisnis yang kita jalani). Pada pasiva posisi pasar keuangan terletak di hutang lancar, hutang jangka panjang (penerbitan surat berharga), dan modal sendiri (emisi).
Ø  Laporan perubahan ekuitas/modal
Pada laporan keuangan modal kerja dapat dilihat pada neraca. Pada neraca terdapat aktiva lancar serta hutang lancar. Modal kerja dipengaruhi oleh aktiva lancar dan hutang lancar. Modal kerja merupakan hasil dari aktiva lancar di kurangi dengan hutang lancar. Aktiva lancar di gunakan untuk pembiayaan aktiva tetap. Pada posisi ini pasar keuangan terletak pada modal kerja.
Ø  Laporan laba/rugi
Laba bagi akuntansi yaitu saat nominal laba bersih (EAT) positif. Hal ini jauh berbeda dengan laba yang diharapkan oleh manajemen. Laba manajemen tidak hanya melihat hasil EAT positif tetapi juga pada saat Oportunity Cost (OC) paling rendah. OC yaitu hilangnya kesempatan atau kenikmatan yang dapat kita peroleh saat kita telah memilih atribut yang satu dan tidak yang lain.
Laba manajemen = EAT – OC
E.     Fungsi Sistem Keuangan
Sistem keuangan dalam perekonomian modern memiliki sekurang-kurangnya tujuh fungsi pokok sebagai berikut:
1.      Fungsi tabungan
System keuangan menyediakan suatu mekanisme dan instrument tabungan. Misalnya: obligasi, saham, dan instrumen utang lain yang diperjual-belikan di pasar keuangan.
2.      Fungsi kekayaan
Instrumen keuangan yang diperjual belikan dalam pasar keuangan menyediakan cara terbaik untuk menyimpan kekayaan, yaitu menanam asset yang dimiliki sampai dana tersebut dibutuhkan untuk dibelanjakan.
3.      Fungsi likuiditas
Kekayaan yang disimpan dalam bentuk instrumen  keuangan, dapat dikonversi menjadi kas atau uang tunai dipasar keuangan dengan resiko kecil. Dengan demikian, pasar keuangan menyediakan likuiditas bagi penabung pemilik instrumen keuangan yang sedang membutuhkan uang tunai.
4.      Fungsi kredit
Pasar keuangan menyediakan kredit untuk membiayai kebutuhan konsumsi dan investasi. Kredit merupakan pinjaman yang disertai janji untuk membayar kembali dimasa yang akan datang.
5.      Fungsi pembayaran
System keuangan juga menyediakan mekanisme pembayaran atas transaksi barang dan jasa. Instrument yang dapat digunakan sebagai alat untuk melakukan pembayaran antara lain: cek, giro, kartu kredit, dan kartu debit.
6.      Fungsi resiko
System keuangan saat ini secara luas menawarkan proteksi terhadap jiwa, kesehatan, harta, dan resiko kerugian, kepada semua unit usaha dan konsumen termasuk pemerintah.
7.      Fungsi kebijakan
Pasar keuangan akhir-akhir ini telah menjadi suatu alat utama bagi otoritas untuk melakukan kebijakan guna menstabilkan ekonomi dan mempengaruhi inflasi.
F.     Sistem Keuangan di Indonesia
Otoritas keuangan memiliki peran dalam pengaturan dan pengawasan di bidang keuangan dan perbankan terdiri dari:
Ø  Bank Indonesia
BI adalah Bank Sentral Republik Indonesia yang merupakan lembaga Negara yang independen, bebas dari campur tangan pemerintah dan pihak-pihak lain sesuai UU NO. 3 Tahun 2004.
Ø  Departemen Keuangan
Departemen keuangan adalah lembaga pemerintah yang melakukan pengaturan dan pengawasan di bidang Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB). LKBB adalah badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang keuangan, yang menghimpun dana dengan mengelarkan kertas berharga dan menyalurkannya untuk membiayai investasi perusahaan.
Ø  Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)
LPS adalah lembaga keuangan independen yang bertugas memberi jaminan kenyamanan kepada nasabah atas simpanan di bank.
G.    Peran Lembaga-Lembaga Keuangan dalam Ekonomi
Pada dasarnya yang diperdagangkan dalam sistem keuangan ialah surat-surat pernyataan utang, sebab unit deficit memberikan sebuah surat pengakuan utang kepada unit surplus setelah dana diterima. Begitu pula sebaliknya. Ada dua cara yang dapat dilakukan oleh unit surplus ke unit deficit untuk mentrasfer dananya, yaitu: yang dikenal dengan pembiayaan langsung dan pembiayaan tidak langsung.
Pembiayaan langsung terjadi pada saat para peminjam dan para pemberi pinjaman berhadapan langsung dalam pasar keuangan tanpa perantara. Pembiayaan tidak langsung melibatkan lembaga perantara keuangan yang menerbitkan surat-surat berharga. Arus dana yang dilalui jika pembiayaan langsung yaitu: dana yang di miliki unit surplus akan langsung diserahkan ke pasar keuangan, kemudian dana tersebut masuk ke unit deficit.
Jika pembiayaan tidak langsung yaitu harus melibatkan lembaga-lembaga keuangan. Arus pambiayaan tidak langsung meliputi dari dana yang dimiliki oleh unit surplus di lewatkan ke lembaga keuangan terlabih dahulu baru kemudian di terasfer ke unit deficit. 
Referensi :
Darmawi herman. 2006. Pasar Finansial dan Lembaga-Lembaga Finansial. Jakarta: PT Bumi Aksara
Siamat dahlan. 2005. Manajemen Lembaga Keuangan. Jakarta: Lembaga Penerbit FE UI