Selasa, 16 September 2014



ASSET KEUANGAN 2
PUSPA DEVI MAHARANI
120413423942

Pengertian Asset Keuangan
Asset merupakan sesuatu yang di miliki perusahaan yang memiliki nilai dan jika di jual dapat menghasilkan uang untuk menambah kas perusahaan. Asset juga dapat diartikan sebagai sumber daya yang dapat dikendalikan oleh entitas sebagai akibat peristiwa masa lalu dan memiliki manfaat ekonomis di masa mendatang dari asset tersebut. Asset pasti dimiliki oleh peruhaan karena asset merupakan sesuatu yang sangat vital di perusahaan. Asset dibagi menjadi dua hal yaitu asset berwujud dan asset tak berwujud. Asset berwujud adalah asset yang nilainnya sebanding dengan wujudnya. Misalnya bangunan, mesin, yang harganya sesuai dengan ongkos pembuatannya serta memiliki wujud yang dapat dilihat, sehingga tanah juga masuk kedalam asset yang berwujud karena memiliki wujud yang dapat dilihat.
Asset keuangan adalah asset yang tidak berwujud. Asset tidak berwujud adalah asset yang nilainya tidak sebanding dengan wujud fisiknya atau asset yang berupa dokumen mewakili klaim hukum dan pemilikan. Misalnya surat berharga saham yang wujud fisiknya hanya secarik kertas yang ongkos pembuatannya relatif murah dan tidak sama dengan nilai atau harga jika kita jual, tetapi nilai dari asset tidak berwujud tergantung dari nilai arus kas/uang yang akan kita terima dimasa yang akan datang, semakin besar nilai arus kas maka akan semakin tinggi pula nilai dari asset keuangan yang akan kita terima. Pihak yang setuju untuk melakukan pembayaran kas/klaim atas asset keuangan disebut dengan emiten/issuer sedangkan pihak yang memiliki asset keuangan disebut investor.
Asset keuangan adalah asset yang berupa:
1.      Kas
2.      Instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas lain
3.      Hak kontraktual:
a.       untuk menerima kas atau asset keuangan lain dari etitas lain
b.      untuk mempertukarkan asset keuangan atau liabilitas keuangan dengan entitas lain dengan kondisi yang berpotensi menguntungkan entitas tersebut.
4.      Kontrak yang akan atau mungkin diselesaikan dengan menggunakan instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh entitas dan merupakan:
a.       Instrument non-derivatif
Yang dimaksud dengan instrumen non-derivatif yaitu di mana entitas harus/diwajibkan untuk menerima suatu jumlah yang bervariasi dari instrument ekuitas yang diterbitkan entitas.
b.      Instrument derivatif yang akan atau mungkin diselesaikan selain dengan mempertukarkan sejumlah tertentu kas atau asset keuangan lain dengan sejumlah tertentu instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas.
Karakteristik asset finansial:
1.      Karene asset finansial berwujud selembar kertas atau informasi yang disimpan di dalam computer saja maka:
a.       Sebagai komoditi asset finansial tidak mempunyai nilai fisik
b.      Tidak menyediakan jasa bagi pemiliknya melainkan akan menjanjikan adanya penghasilan atau pemasukan serta cadangan keuangan sebagai simpanan nilai atau daya beli
c.       Biaya yang dikeluarkan untuk melakukan perawatan atas penyimpanan sangat rendah.
2.      Kondisi atau bentuk fisik tidak memiliki hubungan dengan penentuan harga asset finansialnya.
3.      Asset finansial dapat dengan mudah dipertukarkan dengan asset lain.
Adapun contoh lain dari asset keuangan yaitu:
1.      Pinjaman/kredit, pada pinjaman atau kredit terdapat syarat-syarat yang harus di penuhi oleh peminjam yaitu peminjam harus membayar sejumlah nominal yang telah ditetapkan kepada bank komersial selama jangka waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan. Pembayaran tersebut meliputi pembayaran kembali pokok untang dan ditambah dengan bunga. Terkadang kredit/pinjaman ini harus dilakukan oleh perusahaan demi menambah modal sehingga dapat memperluas usaha atau mempertahankan usaha pada kondisi terburuk.
2.      Obligasi berupa surat utang Negara, dalam kasus obligasi di Negara kita pemerntah membuat kesepakatan bahwa pemerintah akan membayar bunga obligasi terlebih dahulu kepada pemegang obligasi atau investor setiap jangka waktu 6 bulan sekali, sampai dengan obligasi jatuh tempu, dan kemudian pada saat jatuh tempo pemerintah baru akan membayar pokok obligasi.
3.      Saham preferen,
4.      Saham biasa memberikan hak kepada investor untuk menerima deviden yang dibagikan oleh perusahaan. investor memiliki hak atas bagian dari nilai bersih asset perusahaan jika dilikuidasi. 
Perbedaan Aset Keuangan dengan Aset Berwujud
Aset Keuangan dan asset berwujud secara fisik memang berbeda, pada asset berwujud, bentuk fisiknya dapat langsung dinilai dengan uang sedangkan asset keuangan wujud fisiknya tidak dapat mencerminkan nilai dari asset keuangan tersebut. Namun demikian ada satu hal yang sama-sama dimiliki oleh kedua jenis asset tersebut yaitu arus kas yang akan diperoleh dimasa yang akan datang.
Untuk asset berwujud misalnya kepemilikan atas kapal pesiar maka arus kas yang akan kita peroleh dimasa yang akan datang adalah pendapatan yang akan kita peroleh dari penumpang. Pendapatan ini kemudian nantinya akan digunakan untuk pembayaran biaya operasional dan utang, jika ada kelebihannya (laba) maka akan dibagikan kepada para pemegang saham. Sehingga pada akhirnya arus kas yang akan diperoleh dari asset keuangan dihasilkan dari asset berwujud.
Klasifikasi Uang
Adaapun Klasifikasi Uang yang dapat di lihat dari berbagai sisi adalah sebagai berikut:
Berdasarkan Bahan
Di lihat dari bahannya untuk membuat uang maka di klasifikasikan menjadi 2 macam yaitu:
a. Uang logam,merupakan uang dalam bentuk koin yang terbuat dari logam
b. Uang kertas,merupakan uang yang bahannya terbuat dari kertas
Berdasarkan Nilainya
Klasifikasi nilai dilihat dari nilai yang terkandung pada uang tersebut,terbagi dalam 2 jenis:
a. Bernilai penuh,merupakan ung yang nilai intrinstiknya sama dengan nilai nominalnya
b. Tidak bernilai penuh,merupakan uang yang nilai intrinstiknya lebih kecil dari nilai nominalnya. 
Berdasarkan Lembaga
Maksudnya adalah badan atau lembaga yang menerbitkan atau mengeluarkan uang.klasifikasi uang berdasarkan lembaga terdiri dari:
a. Uang Kartal, merupakan uang yang diterbitkan oleh bank sentral baik uang logam maupun uang kertas.
b. Uang giral, merupakan uang yang diterbitkan oleh bank umum seperti cek,bilyet giro,traveler cheque dan credit card. 
Brerdasarkan Kawasan
Uang jenis ini dilihat dari daerah atau wilayah berlakunya suatu uang.klasifikasi yang berdasarkan kawasan adalah:
a. Uang lokal,merupakan uang yang berlaku di suatu negara tertentu
b. Uang regional,merupakanuang yang berlaku di kawasan tertentu yang lebih luas  dari uang lokal
c. Uang internasional,merupakan uang yang berlaku antar negara 
Fungsi Uang
Pada awalnya fungsi uang hanyalah sebagai alat guna untuk mempelancar pertukaran, dengan perkembangannya fungsi uang beralih dari alat tukar ke fungsi yang lebih luas. Berikut fungsi-fungsi uang  secara umum.
1.Sebagai alat tukar menukar, Uang digunakan sebagai alat untuk membeli atau menjual suatu barang maupun jasa
2.Sebagai alat satuan hitung, Fungsi uang sebagai alat satuan hitung menunjukan nilai dari barang dan jasa yang dijual atau dibeli
3.Penimbun kekayaan, Dengan menyimpan uang berarti kita menyimpan atau menimbun kekayaan sejumlah uang yang disimpan karena nilai uang tersebut tidak akan berubah.
4.Setandart pencicilan hutang, Dengan adanya uang mempermudah menentukan standar pencicilan hutang piutang secara tepat dan cepat,baik tunai maupun angsuran. 
Sistem Keuangan
Sistem keuangan secara prinsip diartikan sebagai kumpulan pasar, institusi, peraturan dan teknik dimana surat berharga diperdagangkan, tingkat suku bunga ditentukan, jasa keuaangan dihasilkan dan ditawarkan keseluruh dunia.
Sistem keuangan dalam perekonomian memiliki fungsi pokok sbb:
-          Fungsi Tabungan
-          Fungsi Penyimpan kekayaan
-          Fungsi Likuiditas
-          Fungsi Kredit
-          Fungsi Pembayaran
-          Fungsi Risiko
-          Fungsi Kebijakan

Literature:
Darmawi Herman. 2006. Pasar Finansial dan Lembaga-Lembaga Finansial. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Dahlan siamat. 2005. Manajemen Lembaga Keuangan kebijakan moneter dan perbankan edisi 5. Jakarta: lembaga penerbit FE UI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar