ASSET KEUANGAN 2
PUSPA DEVI
MAHARANI
120413423942
Pengertian Asset Keuangan
Asset
merupakan sesuatu yang di miliki perusahaan yang memiliki nilai dan jika di
jual dapat menghasilkan uang untuk menambah kas perusahaan. Asset juga dapat
diartikan sebagai sumber daya yang dapat dikendalikan oleh entitas sebagai
akibat peristiwa masa lalu dan memiliki manfaat ekonomis di masa mendatang dari
asset tersebut. Asset pasti dimiliki oleh peruhaan karena asset merupakan
sesuatu yang sangat vital di perusahaan. Asset dibagi menjadi dua hal yaitu
asset berwujud dan asset tak berwujud. Asset berwujud adalah asset yang
nilainnya sebanding dengan wujudnya. Misalnya bangunan, mesin, yang harganya
sesuai dengan ongkos pembuatannya serta memiliki wujud yang dapat dilihat,
sehingga tanah juga masuk kedalam asset yang berwujud karena memiliki wujud
yang dapat dilihat.
Asset
keuangan adalah asset yang tidak berwujud. Asset tidak berwujud adalah asset
yang nilainya tidak sebanding dengan wujud fisiknya atau asset yang berupa
dokumen mewakili klaim hukum dan pemilikan. Misalnya surat berharga saham yang
wujud fisiknya hanya secarik kertas yang ongkos pembuatannya relatif murah dan
tidak sama dengan nilai atau harga jika kita jual, tetapi nilai dari asset
tidak berwujud tergantung dari nilai arus kas/uang yang akan kita terima dimasa
yang akan datang, semakin besar nilai arus kas maka akan semakin tinggi pula
nilai dari asset keuangan yang akan kita terima. Pihak yang setuju untuk
melakukan pembayaran kas/klaim atas asset keuangan disebut dengan emiten/issuer
sedangkan pihak yang memiliki asset keuangan disebut investor.
Asset keuangan adalah asset yang
berupa:
1. Kas
2. Instrumen
ekuitas yang diterbitkan entitas lain
3. Hak
kontraktual:
a. untuk
menerima kas atau asset keuangan lain dari etitas lain
b. untuk
mempertukarkan asset keuangan atau liabilitas keuangan dengan entitas lain
dengan kondisi yang berpotensi menguntungkan entitas tersebut.
4. Kontrak yang akan atau mungkin
diselesaikan dengan menggunakan instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh entitas
dan merupakan:
a. Instrument non-derivatif
Yang dimaksud dengan instrumen non-derivatif yaitu di mana
entitas harus/diwajibkan untuk menerima suatu jumlah yang bervariasi dari
instrument ekuitas yang diterbitkan entitas.
b. Instrument derivatif yang akan atau
mungkin diselesaikan selain dengan mempertukarkan sejumlah tertentu kas atau
asset keuangan lain dengan sejumlah tertentu instrumen ekuitas yang diterbitkan
entitas.
Karakteristik
asset finansial:
1. Karene asset finansial berwujud
selembar kertas atau informasi yang disimpan di dalam computer saja maka:
a. Sebagai komoditi asset finansial
tidak mempunyai nilai fisik
b. Tidak menyediakan jasa bagi
pemiliknya melainkan akan menjanjikan adanya penghasilan atau pemasukan serta
cadangan keuangan sebagai simpanan nilai atau daya beli
c. Biaya yang dikeluarkan untuk
melakukan perawatan atas penyimpanan sangat rendah.
2. Kondisi atau bentuk fisik tidak
memiliki hubungan dengan penentuan harga asset finansialnya.
3. Asset finansial dapat dengan mudah
dipertukarkan dengan asset lain.
Adapun contoh lain dari asset
keuangan yaitu:
1. Pinjaman/kredit,
pada pinjaman atau kredit terdapat syarat-syarat yang harus di penuhi oleh
peminjam yaitu peminjam harus membayar sejumlah nominal yang telah ditetapkan
kepada bank komersial selama jangka waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan.
Pembayaran tersebut meliputi pembayaran kembali pokok untang dan ditambah
dengan bunga. Terkadang kredit/pinjaman ini harus dilakukan oleh perusahaan
demi menambah modal sehingga dapat memperluas usaha atau mempertahankan usaha
pada kondisi terburuk.
2. Obligasi
berupa surat utang Negara, dalam kasus obligasi di Negara kita pemerntah
membuat kesepakatan bahwa pemerintah akan membayar bunga obligasi terlebih
dahulu kepada pemegang obligasi atau investor setiap jangka waktu 6 bulan
sekali, sampai dengan obligasi jatuh tempu, dan kemudian pada saat jatuh tempo
pemerintah baru akan membayar pokok obligasi.
3. Saham
preferen,
4. Saham
biasa memberikan hak kepada investor untuk menerima deviden yang dibagikan oleh
perusahaan. investor memiliki hak atas bagian dari nilai bersih asset
perusahaan jika dilikuidasi.
Perbedaan
Aset Keuangan dengan Aset Berwujud
Aset
Keuangan dan asset berwujud secara fisik memang berbeda, pada asset berwujud,
bentuk fisiknya dapat langsung dinilai dengan uang sedangkan asset keuangan
wujud fisiknya tidak dapat mencerminkan nilai dari asset keuangan tersebut.
Namun demikian ada satu hal yang sama-sama dimiliki oleh kedua jenis asset
tersebut yaitu arus kas yang akan diperoleh dimasa yang akan datang.
Untuk
asset berwujud misalnya kepemilikan atas kapal pesiar maka arus kas yang akan
kita peroleh dimasa yang akan datang adalah pendapatan yang akan kita peroleh
dari penumpang. Pendapatan ini kemudian nantinya akan digunakan untuk
pembayaran biaya operasional dan utang, jika ada kelebihannya (laba) maka akan
dibagikan kepada para pemegang saham. Sehingga pada akhirnya arus kas yang akan
diperoleh dari asset keuangan dihasilkan dari asset berwujud.
Klasifikasi
Uang
Adaapun
Klasifikasi Uang yang dapat di lihat dari berbagai sisi adalah sebagai berikut:
Berdasarkan
Bahan
Di
lihat dari bahannya untuk membuat uang maka di klasifikasikan menjadi 2 macam
yaitu:
a.
Uang logam,merupakan uang dalam bentuk koin yang terbuat dari logam
b.
Uang kertas,merupakan uang yang bahannya terbuat dari kertas
Berdasarkan
Nilainya
Klasifikasi
nilai dilihat dari nilai yang terkandung pada uang tersebut,terbagi dalam 2
jenis:
a.
Bernilai penuh,merupakan ung yang nilai intrinstiknya sama dengan nilai
nominalnya
b.
Tidak bernilai penuh,merupakan uang yang nilai intrinstiknya lebih kecil dari
nilai nominalnya.
Berdasarkan
Lembaga
Maksudnya
adalah badan atau lembaga yang menerbitkan atau mengeluarkan uang.klasifikasi
uang berdasarkan lembaga terdiri dari:
a.
Uang Kartal, merupakan uang yang diterbitkan oleh bank sentral baik uang logam
maupun uang kertas.
b.
Uang giral, merupakan uang yang diterbitkan oleh bank umum seperti cek,bilyet
giro,traveler cheque dan credit card.
Brerdasarkan
Kawasan
Uang
jenis ini dilihat dari daerah atau wilayah berlakunya suatu uang.klasifikasi
yang berdasarkan kawasan adalah:
a.
Uang lokal,merupakan uang yang berlaku di suatu negara tertentu
b.
Uang regional,merupakanuang yang berlaku di kawasan tertentu yang lebih
luas dari uang lokal
c.
Uang internasional,merupakan uang yang berlaku antar negara
Fungsi
Uang
Pada
awalnya fungsi uang hanyalah sebagai alat guna untuk mempelancar pertukaran,
dengan perkembangannya fungsi uang beralih dari alat tukar ke fungsi yang lebih
luas. Berikut fungsi-fungsi uang secara umum.
1.Sebagai
alat tukar menukar, Uang digunakan sebagai alat untuk membeli atau menjual
suatu barang maupun jasa
2.Sebagai
alat satuan hitung, Fungsi uang sebagai alat satuan hitung menunjukan nilai
dari barang dan jasa yang dijual atau dibeli
3.Penimbun
kekayaan, Dengan menyimpan uang berarti kita menyimpan atau menimbun kekayaan
sejumlah uang yang disimpan karena nilai uang tersebut tidak akan berubah.
4.Setandart
pencicilan hutang, Dengan adanya uang mempermudah menentukan standar pencicilan
hutang piutang secara tepat dan cepat,baik tunai maupun angsuran.
Sistem
Keuangan
Sistem
keuangan secara prinsip diartikan sebagai kumpulan pasar, institusi, peraturan
dan teknik dimana surat berharga diperdagangkan, tingkat suku bunga ditentukan,
jasa keuaangan dihasilkan dan ditawarkan keseluruh dunia.
Sistem
keuangan dalam perekonomian memiliki fungsi pokok sbb:
-
Fungsi Tabungan
-
Fungsi Penyimpan kekayaan
-
Fungsi Likuiditas
-
Fungsi Kredit
-
Fungsi Pembayaran
-
Fungsi Risiko
-
Fungsi Kebijakan
Literature:
Darmawi Herman. 2006. Pasar Finansial dan Lembaga-Lembaga
Finansial. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Dahlan siamat. 2005. Manajemen Lembaga Keuangan kebijakan
moneter dan perbankan edisi 5. Jakarta: lembaga penerbit FE UI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar